JAKARTA- Kegiatan Konstruksi Swakelola Pemasangan U-Ditch milik Kasudin SDA Jakarta Barat tepatnya di jalan Nurul Amal Raya Kelurahan Cengkareng Timur dinilai Tidak Produktif. Pasalnya, Kegiatan yang berlangsung lebih dari 3 (tiga) bulan pengerjaan belum juga usai dan menghambat aktivitas warga.
Hal itu disampaikan salah satu warga setempat yang enggan disebut namanya, bahwa akibat kegiatan pemasangan U-ditch jelas menghambat aktivitas.
“Kami warga sekitar jadi terganggu beraktivitas, karena galian lobang U-ditch di biarkan menganga, sehingga menyebabkan jalan sering macet karena pengendara roda dua takut jatuh ke lubang yang digali oleh petugas berseragam biru itu,” katanya.
Ditempat terpisah, seorang anggota LSM yang tidak mau di sebut namanya juga menyoroti pekerjaan tersebut yang dinilai Pengerjaannya tidak serius, Masa Pemasangan U_ditch yg panjangnya sekitar 200 meter, tidak selesai tiga bulan, karena kegiatan ini dikerjakan mulai dr bulan Agustus, sekarang sudah bulan November
Lebih lanjut dia mengatakan, Biaya Swakelola itu juga berasal dari APBD, bukan dari Kantong Kasudin SDA.
“APBD 2025 ada Anggaran yang di alokasikan oleh Kasudin untuk pembelian U-ditch mencapai Rp 10 sampai 15 Milliar Rupiah untuk swakelola,”katanya.
Selain itu yang di kutip beberapa kalangan media juga menemukan salah satu bukti pembelian U-Ditch pada Kode RUP 59554264, dengan rincian Belanja Pengadaan U-ditch Ukuran 400 x 400 mm dan tutup U-ditch Ukuran 400 dan U-Ditch Ukuran 600x 600 mm dan tutup U-Ditch Ukuran 600 dengan Total Pagunya sebesar
Rp 2.488.552.500, Metode Pemilihan Pengadaan Barang / Jasa E-purchasing.
Hal itu justru timbul berbagai pertanyaan, kenapa kegiatan pemasangan U-ditch yang di kerjakan langsung oleh Sudin SDA Jakarta Barat dengan panjangnya lebih kurang 200 Meter itu, tidak selesai sampai tiga bulan?.
Menyikapi hal ini, salah satu seorang ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Keadilan dan Negara ( PKN) Monang Simanjuntak, SH.mengatakan,akan membuat surat laporan hal ini harus segera dilaporkan ke APH, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta agar Kasudin segera di periksa dan saya bersama masyarakat akan mengawal kasus ini sampai tuntas.
“Kegiatan ini sangat beresiko dan berdampak buruk terhadap Masyarakat, kami siap mengawal dan menganalisis Kegiatan Swakelola yang dikerjakan oleh Kasudin SDA Jakarta Barat dan melayangkan surat kepada APH,”tegasnya.
Sebelum ditayangkan berita ini, berusaha mengkonfirmasi ke Kasudin, namun salah satu Staffnya mengatakan bahwa Kasudin sedang tugas luar. ( TIM).










































































