Maju Berkarya atas Dasar Kemanusiaan & Kebenaran
banner 728x250

 Dugaan Pengisian Pertalite Subsidi Berulang Kali di SPBU Benda, Pengawas Beri Tanggapan

SBKM, TANGERANG — Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite bersubsidi mencuat di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Benda, Tangerang. Tim gabungan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan awak media mengaku menemukan sejumlah sepeda motor jenis Suzuki Thunder yang melakukan pengisian Pertalite dengan nominal di atas Rp100.000, bahkan diduga dilakukan berulang kali.

Berdasarkan keterangan tim investigasi di lapangan, aktivitas pengisian tersebut menjadi sorotan karena diduga melibatkan pembelian Pertalite dalam jumlah besar. Salah satu pengisian yang dilaporkan tim mencapai Rp125.000 dan disebut dilayani oleh operator SPBU bernama Sahlan.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengisian BBM bersubsidi di SPBU tersebut, termasuk apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meski demikian, dugaan penyalahgunaan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak SPBU maupun instansi berwenang.

Muncul Informasi Dugaan Pemberian Uang Tip

Selain menyoroti nominal pengisian BBM, tim investigasi mengaku menerima informasi dari seseorang yang menyebut dirinya berasal dari Madura mengenai dugaan pemberian uang tip kepada operator SPBU sebesar Rp3.000 hingga Rp5.000.

Informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Oleh karena itu, diperlukan konfirmasi langsung kepada pihak yang disebutkan serta pemeriksaan lebih lanjut agar tidak menimbulkan kesimpulan yang prematur.

Pengawas SPBU Beri Tanggapan melalui WhatsApp

Dalam upaya memperoleh klarifikasi, tim menghubungi pengawas SPBU bernama Hendra melalui aplikasi WhatsApp pada 14 Oktober 2026.

Dalam percakapan tersebut, Hendra memberikan tanggapan terkait aktivitas investigasi yang dilakukan tim. Ia menyampaikan sejumlah pernyataan, di antaranya:

“Ya silahkan pak, hak bapak ko itu.”

“Silahkan Monggo sesuai SOP pak.”

“Kita tidak menghalangi.”

Pernyataan tersebut disampaikan Hendra ketika menanggapi kegiatan investigasi tim di lokasi. Namun, tanggapan tersebut belum secara khusus menjelaskan dugaan pengisian Pertalite dengan nominal besar maupun informasi mengenai dugaan pemberian uang tip kepada operator.

Perlu Klarifikasi dan Pemeriksaan Lebih Lanjut

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, diperlukan klarifikasi lanjutan dari pengelola SPBU, operator yang disebutkan, serta pihak terkait lainnya. Pemeriksaan oleh instansi berwenang juga diperlukan untuk mengetahui apakah aktivitas pengisian yang dilaporkan telah sesuai dengan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

Hingga informasi ini disusun, dugaan penyalahgunaan Pertalite tersebut belum dapat dinyatakan terbukti. Asas praduga tak bersalah dan prinsip keberimbangan tetap perlu dikedepankan dengan memberikan kesempatan kepada semua pihak yang disebutkan untuk menyampaikan penjelasan.

Berita ini disusun berdasarkan keterangan awal tim investigasi dan tanggapan pengawas SPBU yang dikutip dari percakapan WhatsApp. Konfirmasi tambahan akan diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa tersebut. (JS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MANAGING PARTNER
WA.ME/0812-9420-3923
TDPSE-SBKM