SBKM Jakarta ”Mau
tau kinerja dan dugaannya, Efeseinsi
/kejujuran dalam hal (DIPA) Daftar Isian Pelaksaan Anggaran,APBN/
APBD, Kementrian PUPR diduga tidak
relevan dan terbuka bagi publik, sehingga daftar isian penggunaan anggaran meliputi kontruksi/Infrastruktur
Pembangunan nasional, serta No-
marlisasi Drainase wilayah khususnya
DKI Jakarta yang memiliki pemasukan
PPH, pajak dari daerah cukup besar
tapi kontruksi pembangunanya masih
tambal cepat mengundang kritik tajam
dari masyarakat.” Memang kita akui
secara geografis DKI Jakarta merupakan dataran rendah yang berada di
anatara hulu Sungai dan pesisr berikut
adalah 3 penyebab utama Jakarta
sering mengalami banjir (banjir hujan
Lokasi)” “Hujan yang terjadi dengan
intentitas tinggi dalam durasi yang
lama di wilayah Jakarta akan mengisi
saluran-saluran air dan daerah cekung
Jika tak tertampung lagi ,air akan meluap hingga menyebabkan banjir karena saluran yang dibuat diduga belum
optimal”.“Selain itu dimensi drainase
kota Jakarta, dugaanya dirancang
untuk menampung debit air dengan
curahan hujan maksimal 120 mm/ hari.
Namun,pada beberapa hujan besarekstrim yang terjadi di Jakarta ,curah
hujan melebihi kapasitas sehingga luapan air hujan memenuhi permukaan
jalan dan menyebabkan aspal yang
kualitasnya rendah mudah rapuh rusak
berat /berlobang.
Efeseisinya menunjukan kualitas
yang dibangun sangatlah rendah.”
“Contohnya ,pada 1 januari 2020 lalu
curahan hujan jakarta mencapai 377
mm/hari dan merupakan yang tinggi
selama 24 tahun .Sehingga banjirpun
melanda Sebagian besar wilayah ibu-
kota jakarta. “Banjir kiriman dan daya
tampung belum maksimal “Karena Jakarta berada di wilayah
dataran rendah.”Di wilayah dataran rendah memiliki 13 aliran Sungai ,Jakarta
dapat banjir jika hujan terjadi di hulu
Sungai.Hujan dengan intentitas tinggi
di daerah hulu(jawa barat dan Banten )
akan terbawa melalui aliran Sungai ke
Jakarta sebelum lepas ke laut.Hal inilah
yang membuat Sungai yang bermuara
di Jakarta meluap dan mengakibatkan
banjir.”Pada saat kondisi tertentu kapasitas aliran Sungai di Jakarta tersebut ( JS/MS)
