Arsip Kategori: GAYA HIDUP

Menggelar Acara Jalan Sehat Dalam Rangka memperingati HUT ke 81 di Desa Cihuni

TANGERANG, SBKM – Cihuni, pemerintah desa Cihuni menggelar acara jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke 81 Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan meriah pada hari Minggu tgl 23 Agustus 2026 pukul 07:00 ,di lapangan futsal depan kantor kelurahan desa Cihuni, dengan diikuti kurang lebih 5000 peserta.

Kepala Desa Cihuni, Hj AchmadKunaefi ,SIP.yang akrab disapa hj Agay , memfasilitasi jalannya acara tersebut, Jalan sehat semakin semarak dengan berbagai hadiah menarik, seperti,kulkas,mesin cuci,TV ,sepeda listrik dan lain lain.

Warga juga sangat bersyukur dengan kepemimpinan hj Agay ini. Yang sangat memperhatikan warganya. Disamping itu.pk hj Agay juga mengadakan acara santunan anak yatim juga para lansia yang ber’umur 60 tahun ke atas.Itu adalah bukti bahwa pk lurah desa Cihuni begitu memperhatikan warganya dan juga sangat peduli terhadap Warga nya.

Turuti hadir dalam kegiatan ini Camat Pagedangan. Hj Danil Ramdani.Dengan kehadiran Camat menambah semangat masyarakat yang sejak dari pagi sudah memadati lokasi kegiatan.Alhamdulillah melalui pidato dari Camat, menjelaskan bahwa desa’ Cihuni atas kepemimpinan Lurah Hj Agay ,telah menang juara 1,setingkat kecamatan.Mengenai kebersihan lingkungan.Ini adalah bentuk nyata, kebersamaan kekompakan dan gotong royong masyarakat Camat dan lurah berharap supaya desa Cihuni semakin maju dan makin tambah kompak.

Acara berlangsung penuh Antusiasme meski cuaca sangat terik,warga Cihuni tampak bersemangat mengikuti jalannya kegiatan.

Kami bersyukur atas kepemimpinan Hj Agay yang selalu berupaya membangun desa’ Cihuni agar lebih baik ,maju dan sejahtera.Ungkap salah satu peserta jalan sehat.

Kemeriahan jalan sehat tahun ini juga menjadi bukti , semangat gotong royong yang masih kuat, ditengah masyarakat. kepala Desa Cihuni Dalam pidato nya ,berpesan ,mengajak Warga masyarakat desa’ Cihuni selalu kompak . membangun desa’ Cihuni supaya lebih baik lagi .Warga berharap dibawah kepemimpinan.kepala desa Cihuni.Desa mereka semakin maju dan terus menjadi desa’ yang sejahtera. (Yusuf Ardiansyah)

Dua Artis Beda Genarasi Maknai Hari Kemerdekaan

SBKM, Jakarta, Hari Kemerdekaan jadi momen kita menghargai para pahlawan dan merenungkan perjuangan yang telah mereka jalani. Laskar Srikandi sayap Laskar Merah Putih, meresapi hal itu di Tugu Proklamasi, sebagai malam renungan dan menghargai para pahlawan. Dua artis berbeda zaman Maya Rumantir dan Karina Icha selaku sosok penting di organisasi itu, mengungkap arti kemerdekaan bagi Laskar Merah Putih.

Keduanya memaknai Hari Kemerdekaan untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan yang telah kita raih. Bagi Maya, sebagai generasi penerus akan terus mempertahankan itu, dan jangan sampai terjajah oleh penindasan atau kekerasan serta keadaan, harus terus berjuang.

“Untuk saat ini Laskar Merah Putih selalu siap terlibat memperjuangkan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia secara tulus dengan segenap hati para srikandi”, ujarnya.

Sementara Karina Icha mengungkap alasan ikut terlibat dalam organisasi tersebut dan renungan malam Hari Kemerdekaan, karena jiwa nasionalis Icha yang ‘meletup-letup’, dan sebagai rasa tanggungjawabnya terhadap bangsa dan negara.

Menurutnya, semua orang harus punya rasa tanggungjawab pada negara untuk memajukan kesejahteraan Indonesia. Ditegaskan, kemajuan teknologi membuat banyak perempuan lupa akan jati dirinya.

“Kadang lupa akan kodrat dan nilai-nilai budaya, karena itu saya hadir di organisasi ini untuk membangkitkan rasa nasionalisme kaum perempuan dan anak muda ikut andil mensejahterahkan Indonesia”, kilahnya.

Selaku artis muda berprestasi, Icha siap membesatkan Laskar Srikandi Merah Putih dengan mengajak kawan seprofesinya baik pemain film, sinetron maupun penyanyi bergabung dengan organisasi Laskar Merah Putih guna berjuang memajukan bangsa Indonesia.

Menurutnya, perjuangan kaum perempuan (Srikandi) saat ini adalah melanjutkan perjuangan bangsa dengan menyiapkan generasi penerus untuk siap menerima tongkat estafet dalam melanjutkan perjuangan bangsa.

Apa yang dilakukan keduanya bersama ratusan perempuan anggota Laskar Srikandi adalah merefleksi dan renungan HUT Kemerdekaan Ke-81. Refleksi tersebut diwujudkan dengan mengajak srikandi senior yang telah berjuang membesarkan nama Laskar Merah Putih hingga seperti saat ini.

Maya dan Icha berharap, oraganisasinya akan terus berinteraksi dan berkolaborasi dengan masyarakat untuk menjadi garda terdepan mempertahankan dan memperkokoh pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia.

Pesan keduanya untuk kaum perempuan adalah bangkitkan semangat dan jiwa nasionalis meski kita mengikuti kemajuan global, ingat kita merdeka karena gotong royong atau bahu membahu. Sebagai generasi penerus kita wajib mengambil bagian untuk memajukan dan mensejahterahkan rakyat Indonesia.(SM)

Dari Lagu Menjadi Cerita, Videografi Buka Wajah Baru Musik Indonesia

SBKM, Jakarta, – Sebuah lagu bisa selesai dalam hitungan menit, tetapi cerita yang lahir dari lagu tersebut bisa jauh lebih panjang. Melalui gambar, video dan fotografi, sebuah karya musik dapat kembali diperkenalkan kepada generasi yang bahkan tidak pernah mengalami masa ketika lagu itu pertama kali populer. Tiga tokoh dibalik pameran, Oleg Sanchabakhtiar, Firdaus Fadil dan Dion Momongan, angkat bicara.

Gagasan tersebut menjadi salah satu warna dalam pameran videografi bertema musik yang digelar di CC Cafe, Ampera Raya, Jakarta Selatan. Pameran ini tidak sekadar mempertontonkan karya visual.

Para kreator mencoba menjadikan musik sebagai sumber inspirasi untuk melahirkan cerita baru melalui kamera. Lagu-lagu dari berbagai genre, daerah dan generasi menjadi materi yang dapat diterjemahkan ke dalam bahasa visual.

Dari musik populer hingga lagu daerah, dari karya lama hingga musik yang berkembang di era digital, semuanya dipandang memiliki kesempatan untuk mendapatkan “wajah” baru.

Para penggagas bahkan mendorong fotografer dan videografer untuk tidak hanya menunggu datangnya proyek, tetapi aktif membawa gagasan. Mereka yang memiliki konsep dipersilakan datang dan berdiskusi untuk mengembangkan ide menjadi karya.

Semangat kolaborasi menjadi penting karena perkembangan industri musik saat ini semakin sulit dipisahkan dari dunia visual. Sebuah lagu bukan hanya membutuhkan suara yang kuat, tetapi juga video musik, fotografi, konten digital dan berbagai bentuk visual lain untuk menjangkau publik.

Namun, tantangan terbesar bukan sekadar bagaimana membuat visual menarik. Kreator juga dituntut memahami materi yang digunakan, termasuk persoalan hak cipta ketika sebuah lagu atau karya orang lain dijadikan bagian dari karya visual.

Perkembangan teknologi digital membuat proses produksi memang jauh lebih mudah. Kamera semakin praktis, telepon genggam mampu menghasilkan video berkualitas tinggi, sementara berbagai aplikasi memungkinkan proses penyuntingan dilakukan dalam waktu singkat. Tetapi kemudahan tersebut justru melahirkan tantangan baru.

Kreator tidak boleh sepenuhnya menyerahkan proses berkarya kepada teknologi. Referensi memang semakin mudah ditemukan, tetapi kreativitas, rasa dan keputusan artistik tetap harus datang dari manusia.

Hal itu terlihat dari pembahasan mengenai perjalanan fotografi dari era analog hingga digital. Jika dahulu fotografer harus melewati proses panjang di kamar gelap, kini berbagai proses dapat dilakukan secara digital. Perubahan teknologi tersebut bukan untuk menghilangkan karakter seorang fotografer, melainkan membuka lebih banyak kemungkinan dalam menghasilkan karya.

Karena itu, pameran di CC Cafe juga menjadi ruang edukasi bagi para pelaku kreatif untuk memahami bahwa teknologi dan kreativitas seharusnya berjalan beriringan.

Lebih jauh, kegiatan ini membawa misi untuk memperkenalkan kembali kekayaan musik Indonesia kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi digital.

Musik dari masa lalu tidak harus berhenti sebagai kenangan. Dengan pendekatan visual yang tepat, lagu lama bisa kembali berbicara kepada generasi baru.

Begitu pula musik daerah yang selama ini mungkin hanya dikenal di wilayah tertentu. Ketika dikemas melalui foto dan video yang kuat, karya tersebut berpeluang menjangkau penonton yang lebih luas, bahkan lintas daerah dan negara.

Pameran ini pun diproyeksikan tidak berhenti pada satu kegiatan. Sejumlah program dan kategori karya disiapkan untuk terus berjalan hingga beberapa bulan mendatang, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi fotografer, videografer dan pelaku musik untuk berkolaborasi.

Pada akhirnya, kamera dalam proyek ini bukan sekadar alat untuk merekam.

Kamera menjadi cara untuk menjaga ingatan, memperkenalkan kembali musik Indonesia dan mengubah suara menjadi cerita yang bisa dilihat.

Sebab ketika sebuah lagu diterjemahkan menjadi visual, musik tidak hanya terdengar—ia juga meninggalkan jejak.

Untuk itu, dalam waktu dekat bakal digelar Indonesia Music Video Award (IMVA), diharapkan semua generasi terutama gen Z ikut dalam ajang tersebut. (SM)

Monang Benda Roasi Advokat yang Berkomitmen Perjuangkan Keadilan untuk Masyarakat

SBKM, Jakarta – Advokat muda Monang Benda Roasi,S.H.,C.Md. ( 39 ) .terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan keadilan dan memberikan pendampingan hukum bagi masyarakat. Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darul Ulum Lampung Timur jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) tahun akademik 2023/2024. ini kini menjalankan praktik hukum di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Bagi Monang, profesi advokat bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah untuk membantu masyarakat memperoleh hak-haknya di hadapan hukum. Ia menilai setiap warga negara berhak mendapatkan perlakuan yang adil tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.

Dengan bekal pendidikan hukum yang dimilikinya, Monang berupaya memberikan pelayanan hukum secara profesional, objektif, dan berintegritas. Ia juga berkomitmen untuk menjadi jembatan bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum agar dapat memperoleh kepastian dan perlindungan hukum yang layak.

“Keadilan harus dapat dirasakan oleh semua kalangan. Sebagai advokat, saya ingin hadir untuk membantu masyarakat memperjuangkan hak-haknya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” ujar Monang.

Di tengah dinamika persoalan hukum yang semakin kompleks, Monang berharap dapat terus berkontribusi dalam penegakan hukum serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui profesi yang dijalaninya. (JS)