Arsip Kategori: AKSI SOSIAL

Kegiatan Tampan (Tambora Tertib Aman, Mandiri, Peduli, Asri dan Nyaman) Kecamatan Tambora di lingkungan RW 02 Kelurahan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat.

SBKM– Camat Tambora, Pangestu Aji, menginstruksikan kepada Lurah Kalianyar, Iman Suhendar untuk melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang mengokupasi badan Jalan Kalianyar X, Kelurahan Kalianyar.

Hal itu disampaikan pada kegiatan Tampan (Tambora Tertib Aman, Mandiri, Peduli, Asri dan Nyaman) Kecamatan Tambora di lingkungan RW 02 Kelurahan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (24/6).

“Ini adalah fasilitas umum. Intinya ini jalanan, aspal sudah dibangun oleh pajak dari semua masyarakat, harus bisa digunakan semua masyarakat, bahkan sudah mengganggu lalu lintas,” tutur Pangestu Aji.

Selain penataan PKL, Aji juga menyoroti sejumlah bangunan semi permanen yang berdiri di Jalan Kalianyar X. Bangunannya menempel tembok Stasiun KA Duri hingga memakan badan jalan.

“Saya telah instruksikan kepada jajaran kelurahan untuk memberikan imbauan agar merapikan bangunan secara mandiri,” ujarnya.

Bila PKL tak mengindahkan untuk melakukan penataan, lanjut Aji, pihaknya akan menginstruksikan jajaran Satpol PP Kecamatan dan Kelurahan untuk membongkar lapak dan bangunan semi permanen.

“Kami berharap, penataan ini akan membuat kawasan lebih tertib dan tertata,” ujarnya.

Dalam kegiatan Tampan tersebut, Aji juga menyoroti kondisi saluran air di lingkungan RW 02 dan 09, yang dipenuhi sampah. Rencananya, akan ada rencana pembangunan saluran air di permukiman warga tersebut. Namun hingga saat ini belum juga terealisasi.

Selain saluran air, ia juga mendapati sejumlah pelaku usaha konveksi yang belum melakukan penanganan limbah sampah dengan baik. Sebagai tindaklanjut, dirinya meminta kepada para pelaku usaha melakukan pemilahan sampah sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta nomor 5 tahun 2026 tentang pengelolaan sampah.

“Kita harus tegas, harus memberikan konsekuensi. Karena instruksi sudah jelas, sampai dengan warga ada tugasnya masing-masing,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Lurah Kalianyar, Iman Suhendar, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti instruksi Camat Tambora dalam menata PKL. Pihaknya juga akan mengerahkan PPSU untuk membersihkan sampah pada saluran air sebelum pembangunan terealisasi. Ini dilakukan agar bisa memaksimalkan fungsi saluran air.

“Untuk pelaku usaha konveksi ini segera kita berikan teguran agar mengelola sampah dan limbah mereka sesuai aturan,” tandasnya. (CP)

Patroli Polsek Cempaka Putih Cegah Potensi Balap Liar di Kawasan Rawasari

SBKM – Komitmen Polri dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Polsek Cempaka Putih. Menindaklanjuti laporan warga yang masuk melalui Layana Polisi 110 terkait dugaan aktivitas balap liar di kawasan Traffic Light Rawasari, depan Green Pramuka, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026) dini hari.

Laporan masyarakat diterima sekitar pukul 03.00 WIB dan segera diteruskan kepada petugas di lapangan. Mendapat informasi tersebut, Perwira Pengendali Polsek Cempaka Putih Iptu Achmad Yasin bersama personel Polsek Cempaka Putih langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan pengecekan dan antisipasi gangguan kamtibmas.

Setibanya di lokasi, petugas melakukan pemantauan situasi serta memberikan imbauan kepada sejumlah pemuda yang masih berkumpul di sepanjang Jalan Ahmad Yani, khususnya di sekitar kawasan Green Pramuka dan TL Rawasari, agar segera kembali ke rumah masing-masing guna mencegah terjadinya aksi balap liar maupun gangguan ketertiban lainnya.

Selain itu, petugas juga melaksanakan patroli dan siaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Hasil pemantauan menunjukkan arus lalu lintas berjalan lancar, meskipun ditemukan beberapa kendaraan yang melintas menggunakan knalpot racing.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menyampaikan bahwa setiap laporan masyarakat merupakan prioritas yang harus ditindaklanjuti secara cepat dan profesional.

“Polri hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Setiap informasi yang disampaikan warga melalui Layanan Polisi 110 akan kami respons dengan cepat sebagai bentuk pelayanan dan upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan, termasuk aksi balap liar yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar Kombes Pol Reynold.

Sementara itu, Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Pengky Sukmawan, menegaskan bahwa patroli kewilayahan akan terus ditingkatkan terutama pada jam-jam rawan guna mencegah berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang aktif melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas. Kehadiran polisi di lapangan merupakan bentuk komitmen kami untuk menjaga keamanan lingkungan serta memberikan rasa nyaman bagi warga. Sinergi antara polisi dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan tertib,” ungkap Kompol Pengky Sukmawan.

Berkat respons cepat petugas dan kerja sama masyarakat, situasi di kawasan TL Rawasari dan sekitar Green Pramuka dapat terjaga dalam keadaan aman dan kondusif.

Polsek Cempaka Putih mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan dan gangguan kamtibmas. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan, tindak kriminalitas, balap liar, maupun gangguan keamanan lainnya, segera laporkan ke Polsek Cempaka Putih atau melalui Layanan Polisi 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas ( RP)

Miris Pemilihan Ulang Calon Ketua RW 11 Taman Jaya Kelu­rahan Cipondoh Makmur.

SBKM- Pemilihan RW 11, Pe­rumahan Taman Jaya, Kelu­rahan Cipondoh Makmur, Ke­camatan Cipondoh, berakhir dengan keputusan aklamasi. Hal itu diungkapkan Ketua Ko­misi I DPRD Kota Tangerang Junadi, usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ru­ang Badan Musyawarah, Se­lasa, 27 Januari 2026.

Junadi menjelaskan, dalam RDP yang dihadiri instansi ter­kait bersama pengurus pa­nitia dan para pengurus RT di lingkungan RW 11, Taman Jaya sempat alot. Sebab, pengu­rus panitia pemilihan RW me­langgar Tata Tertib yang telah dibuat dan diberlakukan. Poin yang dilanggar panitia yakni, apabila terjadi adanya calon tunggal, panitia menetapkannya se­cara aklamasi.

”Tapi panitia malah melaksa­nakan pemilihan suara, calon tunggal melawan kotak kosong, nah yang menang kotak kosong. Tapi berdasarkan keterangan warga dalam proses pemilihan sempat terjadi kekisruhan,” ungkap Junadi.

Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari Assisten Daerah (Asda) I bagian pemerintahan dan bagian hukum Pemkot Ta­ngerang, Rudi Hartono, sela­ku Ketua Panitia mengakui ke­salahannya.

”Pak Rudi pun mengakui ke­teledorannya dan dia dalam forum langsung meminta maaf,” ujar Junadi.

Dalam Forum tersebut, sem­pat adanya penekanan dari dari pihak calon tunggal berna­ma Chandra. Pasalnya, jika di­lakukan pendaftaran kembali untuk pemilihan ulang calon Ketua RW 11, pihak kubu Chan­dra menolak dengan tegas. Se­bab, panitia telah melanggar tata tertib sebagai turunan dari Perwal.

Atas desakan tersebut, Ketua Panitia, Rudi Hartono yang ju­ga sebagai Sekretaris Lurah Cipondoh Makmur pun akhir­nya luluh. Rudi menyatakan, Chandra sebagai calon tunggal Ketua RW 11 akan ditetapkan secara aklamasi.

”Saya minta semua warga RW 11 Taman Jaya, keputusan saya ini diterima dengan lego­wo, dengan lapang dada. Jangan perselisihan ini terus berlanjut. Saya tekankan jaga kondusifitas lingkungan kita. Jadi, saya me­ng­ambil keputusan untuk ak­lamasi,” tegas Rudi.

Sementara itu, Hermansyah, selaku kuasa hukum Rudi se­bagai calon tunggal Ketua RW 11, mengatakan, pelaksanaan pemilihan Ketua RW pada 30 Desember 2015 lalu menunjuk­kan hasil yang tidak lazim. Pe­milihan calon Ketua RW 11 di Perumahan Taman Jaya yang dipaksakan dilaksanakan oleh panitia, calon tunggal atas nama Chandra berhadapan dengan kotak kosong.

Berdasarkan pu­tusan Mahka­mah Konstitusi (MK) Nomor 125/PUUXX/2024, yaitu kotak kosong hanya dite­rap­­kan ber­laku untuk pemilihan ke­pala daerah calon tunggal.

”Jadi tidak lazim untuk pe­milihan RW. Kemudian panitia juga sudah melanggar Tatib tadi,” tegas Hermansyah.

Setelah adanya pernyataan dari Ketua Panitia, kata Her­mansyah, pihaknya pun me­ngucapkan terima kasih kepada Komisi I DPRD Kota Tangerang serta instansi terkait yang telah memfasilitasi dan memberikan solusi terbaik dalam perma­salahan ini.

”Terima kasih semua pihak, terutama Komisi I DPRD sudah memfasilitasi pertemuan ini yang melahirkan solusi terbaik dan tidak menyalahi aturan,” ucapnya. ( Red)

Relawan Gaza Disambut Tangis Haru di Soetta

SBKM, Tangerang,- Tangis keluarga pecah di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu sore, saat sembilan relawan kemanusiaan Indonesia akhirnya kembali ke Tanah Air setelah sempat ditahan dan disebut mengalami kekerasan oleh tentara Israel dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza. Momentum kepulangan mereka langsung menjadi sorotan besar di Google Trends, TikTok, Instagram hingga X/Twitter.

Ratusan simpatisan, aktivis kemanusiaan, hingga keluarga korban memadati area kedatangan sejak siang. Poster bertuliskan “Selamat Datang Pejuang Kemanusiaan” dan “Abi Pahlawanku” terlihat memenuhi terminal, menciptakan suasana emosional yang viral di media sosial.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono turun langsung menyambut kepulangan para relawan bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia. Pemerintah Indonesia juga melontarkan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional karena mencegat kapal sipil pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

Kesaksian para relawan membuat publik makin geger. Salah satu relawan mengungkap kapal mereka dihadang speedboat bersenjata, lalu diintersep dan dirusak sebelum para awak ditahan. Beberapa WNI mengaku mengalami tindakan kekerasan selama penahanan, mulai dari dipukul, ditendang hingga disetrum.

Di TikTok dan Instagram, potongan video kepulangan para relawan langsung dibanjiri jutaan tayangan dan komentar dukungan. Narasi “Pejuang Palestina Pulang” hingga “Relawan Indonesia Disiksa Israel” mendominasi lini masa dan memicu gelombang solidaritas baru untuk Gaza.

Sembilan relawan Indonesia itu sebelumnya tergabung dalam misi internasional Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur laut. Mereka dicegat militer Israel pada 19 Mei 2026 sebelum akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui Turki menuju Jakarta.

Kepulangan mereka kini bukan sekadar cerita penyelamatan WNI, tetapi telah berubah menjadi simbol solidaritas Indonesia terhadap Palestina yang mengguncang jagat media sosial nasional. (J. Sinaga)